Home Opini Gara-gara Garaga dan Panji Petualang?

Gara-gara Garaga dan Panji Petualang?

by Tuan Rumah AP

Karena Garaga saya bisa kenal banyak orang, karena Garaga saya bisa lebih dekat lagi dengan panji teman lama saya, karena Garaga saya juga bisa mengenal pencita hewan dari seluruh lapisan masyarakat dan seluruh daerah, karena garaga silaturahmi pun terjalin, karena Gara Purwakarta menjadi sangat terkenal, karena Garaga banyak sekali orang-orang berduyun-duyun datang ke Purwakarta untuk bertemu Panji, tapi mungkin sekarang dianggap karena Garaga ahirnya orang-orang cari gara-gara, dan lebih sedih lagi ketika Panji memutuskan untuk melepas Garaga. ungkapan kesedihan Irfan Hakim di chanel youtubenya

Ngomong-ngomong masalah ular saya termasuk orang yang merinding disko ketika bertemu berhadapan muka, di tambah dengan desisan ular yang mendadak mengagetkan. Tapi saya juga termasuk orang yang suka melihat kedekatan orang-orang dengan hewan peliharaannya, termasuk ular.

Baru-baru ini dunia per youtube-an reptil, khususnya para pegiat reptil di akun youtubenya dikagetkan dengan rencana dilepasnya King Cobra “Garaga” yang selama ini mondok di kediaman Panji Petualang, walau rencana waktu pelepasannya belum ditentukan karena masih menimbang tempat yang memungkinkan untuk keselamatan Garaga.

Garaga memang menjadi primadona untuk para penonton atau pecinta reptil ganas di youtube, bisa saja dianggap Garaga menjadi piaraan online para penoton setia Panji Petualang, tentunya termasuk saya. Selain Panji Petualang saya juga sering mantengin chanel  Tyo Survival dengan edukasi survivalnya dihutan , dan Dede Inoen dengan kata-kata ‘Cantik sekali’nya di kebon, sungai dan sawah, tiga chanel youtube itu lah yang sering menjadi tontonan yang harusnya menjadi tuntunan, bukan karana saya reptiler tapi karena kekaguman pada mereka yang bisa begitu dekat dengan alam bebas dan hewan-hewannya, bikin iri.

Kini Garaga sendiri sedang dalam dilema, walau habitatnya di alam liar apakah Garaga bisa selamat dari incaran para pemburu empedu dan darahnya? Atau apakah Garaga bisa bertahan hidup dengan ketersediaan makannya dialam liar? Yang semakin berkurang setelah sekian lama mondok dan dimanjakan Panji Petualang dengan segala kebutuhanya, apakah Garaga tidak akan membahayakan orang lain karena tidak dipantau langsung oleh Panji? Itu yang menjadi pertanyaan. Hanya gara-gara kebodohan orang-orang yang dengan ceroboh ikut bermain King Cobra ala Panji, Garaga menjadi korban. Padahal kalau penonton bijak dan sadar sudah diingatkan setiap videonya untuk jangan ditiru atau diikuti.

Meninggalnya orang tua yang bermain King Cobra ala Panji di Kalimantan Barat dan anak kecil yang ingin menunjukkan keberaniannya bermain dengan ular berbisa di sekolah SD, menjadi korban yang konon katanya mengikuti ala Panji, padahal chanel Panji sudah diatur untuk tidak menjadi tontonan anak kecil. Siapa yang harus disalahkan, Panji yang ingin mengedukasi atau korban yang ingin terobsesi? Dan saya turut prihatin dan berbela sungkawa atas meninggal korban gara-gara keganasan King Cobra, semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan kita lebih mawas diri untuk tidak bermain dengan ular-ular yang mematikan tersebut, biarlah ahlinya saja kita cukup menonton dan mendoakan keselamatnnya agar terus mengedukasi.

Sebelumnya Panji dan youtuber reptil juga sedang menjacari keberadaan King Cobra lain yang akan dinamai Aoda oleh Panji Petualang di tempat ditemukannya Garaga, tapi sayang seribu sayang kita akan kehilangan sosok Garaga sebelum ditemukannya Aoda, karena Garaga harus di dilepaskan. Jadi tidak akan ada Garaga atau Aoda di pondok Reptil Panji Petualang dan tempat yang tengah disiapkannya pun  akan menjadi tempat hewan lain karena Garaga dan Aoda tidak mungkin lagi bersama dengan Panji Petualang.

Kata Panji Petualang tentang Garaga;

Saya putusin Garaga emang harus di release. Jadi enggak ada pilihan lain karena jujur kedekatan saya sama Garaga jadi inspirasi buat banyak adik-adik kecil kita di Indonesia. Saya sayang banget sama Garaga pastinya dan yang sangat saya khawatirkan saat Garaga lepas di alam, satu aja sih, dia enggak ada makanan karena dihutan belum tentu ada makanan karena makanan Garaga kan ular.

Ular sendiri sekarang kaya yang kita tahu banyaknya didaerah deket pemukiman, terus belum lagi pemburu. Garaga ini kan King Cobra besar, empedu dan darahnya itu berharga banget. Khawatirnya kena pemburu di potong… itu yang saya pikirkan.

Jadi tugas kita untuk melepas Garaga emang berat karena kita harus nyari lokasi yang emang pas untuk Garaga dimanapun, saya kepikiran di Cianjur.

Kalau di Purwakarta saya enggak tahu karena disini areanya udah terbuka, hutan juga bukan hutan yang rapat lagi. Emang masih ada di Purwakarta hutan yang masih rapat, cuma kan sempet survey jarang ada ular, jadi makannya enggak ada walaupun alamnya bagus.

Enggak tahu kalau di Cianjur tempatnya Dede Inoen, nanti kita ke Cianjur kita tanyain aja gimana bagusnya. Intinya sih, saya nyatakan selain pelepasan Garaga kita lakukan, pencarian Aoda juga kita hentikan, daripada makin banyak yang terobsesi.

Kalau sekarang Aoda didapatkan, otomatis Aoda ada disini juga bareng sama Garaga. Itu malah bikin orang semakin interest dengan apa yang kita lakukan, makannya untuk menghindari itu, kita lebih baik monitoring dialam aja lah.

Tapi kalau ada report dari temen A Kapa yang suka ngasih info dari sumedang tentang Aoda, kita masih follow up tapi kalau kita cari sih enggak kayaknya ya, kita hentikan dulu sementara. Kita fokusin dulu ke pelepasan Garaga.

Banyak juga para reptiler seperti Jagat Muda, Mba Iin dan reptiler lain menyanyangkan rencana pelepasan gara ke alam liar, ke khawatirannya sama seperti yang Panji Petualang khawatirkan.

Tapi Garaga harus lepas karena keikhlsan Panji Petualang agar tidak ada lagi Gara-gara Garaga yang lain dikemudian hari, walau itu bukan benar-benar gara-gara Panji dan Garaga. Dan saran saya kalau mau dilepas, lepaslah tapi jangan di ekspose tempatnya, itu untuk keselamatan Garaga.

Dimanapun tempat barumu Garaga, sing ati-ati uripmu, sing betah dan jangan nakal.

Salam AP_

You may also like

Leave a Comment