Home Uncategorized Cara Mengobati Kangen Masakan Keluarga Agar Terselamatkan

Cara Mengobati Kangen Masakan Keluarga Agar Terselamatkan

by Tuan Rumah AP

Seiring berkembangnya usia, darah muda kita ingin merasakan pengalaman atau petualangan hidup yang jauh dengan keluarga, jauh dengan orang tua dan saudara. Apalagi bagi orang yang sedang dalam perjalanan menjadi pejuang keluarga kecilnya, sedang menajdi pejuang rupiah di rantauan yang masih dalam negeri atau menjadi pejuang dolar di tanah rantau/negeri orang, pasti dong kita merasa kangen dengan instri atau anaknya. Bukan cuma itu, pasti lah kangen dengan masakan rumah dan jajanan tradisional si mbok gendong kalau lewat depan rumah.

Kangen dengan istri anak dan keluarga mungkin bisa diobati walau bersifat sementara dengan foto, telp, atau video call. Bahkan bisa berjam-jam di waktu istirahat untuk melepas rindu yang sementara dengan vitur layanan canggih begitu, kangen bisa diobati sesaat tanpa perlu di tumpuk-tumpuk kan?

Tapi bagaimana kalau kangennya bukan cuma dengan keluarga, istri atau anak tapi juga kangennya sekaligus dengan masakan orang tua atau istri di rumah?

Apa kita harus memaksakan memakan makanan cepat saji yang di beli? Atau kita perlu kreatif untuk menduplikatnya? Tentu solusinya harus bisa menduplikat makanan agar lidah tidak lupa dengan nikmatnya masakan orang tua atau istri.

Mulai sekarang jangan cuma ngedumel di sosmed, mulailah untuk menikmati rindu dengan kreatif agar rindunya bukan sekedar nguap di kepala yang bikin degup jantung berdetak tidak beraturan, stop malesnya.

Begini solusinya kalau kita kangen masakan orang tua atau istri

Pertama, ingatlah masakan apa yang biasa dinikmati bersama? Kemudian mulailah mencatat apa saja kebutuhan untuk membuat makanan tersebut kemudian bergegaslah ke pasar terdekat, kenapa terdekat karena kalau kejauhan ditakutkan oleng di jalan karena tidak kuat menahan lapar dan kangen yang bebarengan.

Kedua, pilihlah bahan masakan yang masih segar seperti yang orang tua atau istri belanjakan. Jangan salah juga pandai-pandailah menawar agar sempurna dan puas dengan belanjaannya, seperti yang ibu-ibu biasa lakukan di pasar.

Ketiga, beranjak ke dapur sesegera mungkin, kalau tidak biasa ke dapur usahakan ke dapur demi kangen yang semakin lama-semakin menyesakkan. Dan mulailah mengiris apa yang diperlukan. Tidak perlu dengan gaya seperti ibu di rumah lakukan cukup dengan kemampuan sebisanya agar pisau tidak melukai tangan.

Keempat, mulailah memasak apa yang di dahulukan terlebih dahulu. Kalau belum memahami, telp kerumah dan tanyakan apa yang harus didahulukan di masak untuk menyiapkan menu kesukaan. Jangan malu atau gengsi usahakan tetap staycool agar tetap keren tidak ditertawakan orang si isi rumah di kampung halaman.

Kelima, usahakan sambil berdendang nyanyian apa saja yang disukai tapi kalau bisa sambil bersolawat, selain akan membuat senang saat masak tapi dapat berkah dari sholawatan.

Keenam, jangan buru-buru agar masakan maksimal matangnya, dan usahakan dapur tetap besih. Sambil menunggu belajarlah menempatkan sampah pada tempatnya dengan memungut sampah sayur,plastik di sekitar dapur.

Ketujuh, setelah semuanya selesai dan siap santap, usahakan berkabar dengan orang tua atau istri bahwa masaknnya sudah siap dan sampaikan kata “mungki masakan ini tidak senikmat buatan orang tua atau istri tapi semoga bisa mengobati sedikit kangan masakan rumah” setidaknya itu akan membuat mereka merasa lega dan bersyukur bahwa kamu baik-baik saja dan sehat.

Nah gimana tips ini, pasti semuanya merasa kesal atau justru merasa bahagia nih? Hayo jujur setelah baca ini apa yang kamu pikirkan? Merasa aneh, geleng kepala, kesal, atau justru merasa terselamatkan rindunya karena menemukan solusi dan mau melakukan apa yang saya sarankan.

Selamat mencoba, semoga berhasil menduplikat masakan rumah.

You may also like

Leave a Comment